Ta’jilun Nada Seri 003

📮 Materi 0⃣0⃣3⃣-1⃣
📜 Pengantar (Bagian 3)
📅 Sabtu, 11 Muharram 1437 H / 24 Oktober 2015 M

Sekilas Tentang Matan Qathrun Nada Wa Ballush Shada

💠 Qathrun Nada Wa Ballush Shada merupakan matan yang paling ringkas yang disusun oleh Ibnu Hisyam. Beliau sendiri pula yang kemudian membuat syarh terhadap kitab tersebut.

🔴 Makna القَطر adalah النُقَط (tetes-tetes atau titik-titik). Adapun tentang lafadz الندى , penyusun Kamus Al Muhith menyebutkan :

النَّدَى [ ندو]. مصـ.-. بُخار الماء يتكاثف في طبقات الجوّ الباردة في أثناء اللّيل ويسقط على الأرض قطَرات صغيرة .

Lafadz النَّدَى adalah bentuk mashdar (kata dasar) yang memiliki arti : uap air tebal yang berada pada lapisan-lapisan udara yang dingin di tengah malam, dan jatuh ke tanah dalam bentuk titik-titik kecil (dalam bahasa kita : embun).
Embun ini dijadikan sebagai bahan permisalan untuk sesuatu yang sifatnya tipis, ringan, dan keinginan jiwa terhadapnya.
Jadi, dengan nama ini Ibnu Hisyam rahimahullah ingin menjelaskan bahwa matan ini ringan dan mudah.

💠 Bagian kedua dari nama matan ini adalah وَبَلُّ الصَّدَى.

Lafadz البل artinya lembab atau basah. Sedangkan الصَّدَى berarti : rasa haus yang sangat (العطش الشَّديد) , sebagaimana disebutkan dalam Kamus Al Muhith. Dan الصادي berarti orang yang haus. Seakan-akan beliau rahimahullah mengatakan : “Sesungguhnya kitab ini bukan kitab yang luas pembahasannya. Kitab ini hanya ibarat tetesan air, dan tidak merubah haus kecuali sekedar menjadi lembab saja. Maka janganlah engkau -wahai penuntut ilmu- menganggap kitab ini banyak pembahasan dan sulit. Bersabarlah dalam mempelajarinya. Ketahuilah bahwa kitab ini adalah pijakan awal bagimu untuk menguasai bahasa Arab, dan bahwa jika engkau telah mempelajarinya, sungguh engkau telah mengambil salah satu dari dua kunci ilmu bahasa Arab. Ini akan membantumu –insya Allah ta’ala- untuk membuka bagian-bagian ilmu ini yang masih tertutup dalam kitab-kitab yang lebih luas pembahasannya.”

Lafadz النَّدَى juga memiliki makna المطر (hujan). Dan makna ‘hujan’ ini lebih rajih -wallahu a’lam- sehingga arti dari nama kitab ini adalah : tetesan-tetesan hujan yang menghilangkan rasa haus yang sangat. Sebab, titik-titik kecil (embun) tidak bisa menghilangkan haus. Haus hanya bisa dihilangkan dengan air yang banyak. Jadi, Ibnu Hisyam rahimahullah seakan-akan memberi kabar gembira kepada para penuntut ilmu Nahwu dengan adanya hujan yang dapat melenyapkan rasa haus mereka yang sangat terhadap kaidah-kaidah bahasa Arab. Dan beliau memang benar. Setiap karya tulis beliau mampu memuaskan orang yang amat haus dan menghilangkan dahaganya.

Semoga Allah membalas beliau dengan kebaikan atas jasa-jasa beliau terhadap bahasa Arab dan orang-orang yang menggunakannya.

🔥 Tambahan Faidah:

Qathrun Nada dulunya juga merupakan nama putri seorang raja Mesir yang bernama Khumaruwaih (Khumar bin Ahmad bin Thulun At Turki As Samiri) yang memerintah tahun 270-283 H. Qathrun Nada ini kemudian dinikahi oleh Khalifah Al Mu’tashim Billah Al ‘Abbasi.

About admin 104 Articles
Reza Ervani - Pengajar Al Quran dan Bahasa Arab - reza@rumahilmu.or.id

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*