[SERIAL 1000 Adab Islami] Adab 2 : Adab Aqidah Tauhid Al Khaalish

[SERIAL 1000 Adab Islami]

Adab 2 : Adab Aqidah Tauhid Al Khaalish

Terjemah oleh : Reza Ervani

 

 أوجب الواجبات على شباب المسلمين العقيدة السليمة من كل البدع والخرافات والشرك. قال تعالى :

Kewajiban penting bagi para pemuda muslim adalah Aqidah Salimah (yang Selamat) dari segala bentuk bid’ah, khurafat dan syirik. Firman Allah Ta’ala :

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, (Surah An Nahl ayat 36)

Dan FirmanNya :

وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ

Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”. (Surah Al Anbiyaa ayat 25)

Dan FirmanNya pula :

وَاسْأَلْ مَنْ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رُّسُلِنَا أَجَعَلْنَا مِن دُونِ الرَّحْمَٰنِ آلِهَةً يُعْبَدُونَ

Dan tanyakanlah kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum kamu: “Adakah Kami menentukan tuhan-tuhan untuk disembah selain Allah Yang Maha Pemurah?” (Surah Az Zukhruf ayat 45)

وقد دعا الرسول صلى الله عليه وسلم إلى التوحيد بأنواعه الثلاثة : توحيد الربوبية, وهو الإقرار بأفعال الرب من الخلق والرزق والتدبير والإحياء والإماتة إلى غير ذلك من أفعاله سبحانهز, وقد أقربه المشركون بمكة وإقرارهم حجة عليهم لأنه يستلزم توحيد العبادة, كما قال تعالى :

Dan sungguh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menyeru kepada tauhid, yang kemudian dapat dibagi menjadi 3 (tiga) kategori. Yang pertama : Tauhid Rububiyah, yakni pengakuan terkait af’al (perbuatan) Robb terkait penciptaan, memberikan rezeki, mengatur, menghidupkan dan mematikan dan selainnya yang merupakan af’al Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kaum musyrikin di Makkah akrab dengan jenis tauhid ini, mereka mengakui argumen yang terkait dengannya, dikarenakan tauhid ini berhubungan dengan ibadah, sebagaimana firman Allah Ta’ala :

وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ ۖ فَأَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”, maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar). (Surah Al Ankabuut ayat 61)

ولم يدخلهم هذا الإقرار في الإسلام لعدم إخلاصهم العبادة لله وحده لا شريك له لأن الخالق لهذه الأشياء هو المستحق لأن يعبد وحده لاشريك له

Akan tetapi tidaklah pengakuan tersebut memasukkan mereka ke dalam Islam, disebabkan ketiadaan keikhlasan ibadah kepada Allah semata dengan tidak menyekutukannya, karena Al Khaliq (Sang Pencipta) dalam definisi ini menunjukkan Al Mustahaq (kelayakan) untuk disembah satu-satunya tanpa menyekutukannya.

النوع الثاني : هو توحيد العبادة, و هو الذي جاءت به الرسل وأنزلت للدعوة إليه الكتب و خلق من أجله الخلق و فيه وقعت الخصومة بين الرسل و أممهم, وكل نبي يقول لقومه :

Kategori yang kedua yakni tauhid ibadah (ubudiyah), yang karenanya datanglah para rasul, dan pula kitab-kitab yang diturunkan untuk menyerukannya, dan itulah karakter dari alasan penciptaan. Dan padanyalah terjadi pertentangan antara para Rasul dengan kaumnya. Semua Nabi menyerukan kepada kaumnya :

اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ

“Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya”. (Surah Al A’raaf ayat 59)

فالواجب على الشباب الإيمان به و الدعوة إليه و محبة أهله والصبر على الأذى فيه

Sehingga wajib bagi para pemuda untuk mengimaninya, menda’wahinya serta mencintai ahlinya serta bersabar menghadapi tantangan padanya

وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَاءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيحُ فِي مَكَانٍ سَحِيقٍ

tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh. (Surah Al Hajj ayat 31)

النوع الثالث : توحيد الأسماء والصفات, وقد ذكره الله تعالى في آيات كثيرة ولم ينكره المشركون بمكة سوى ما ذكر عنهم من إنكار الرحمن على سبيل المكابرة والعناد. قال تعالى :

Kategori ketiga adalah Tauhid Asma wa Shifah. Allah Ta’ala menyebutkan pada banyak ayat. Dan tidaklah kaum musyrikin di kota Mekkah mengingkarinya sebagaimana yang disebutkan tentang keingkaran mereka kepada Ar Rahman dikarenakan kesombongan dan keras kepala.

هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ ۖ هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ

Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (Surah Al Hasyr ayat 22)

وقال تعالى :

Dan Allah Ta’ala berfirman :

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اسْجُدُوا لِلرَّحْمَٰنِ قَالُوا وَمَا الرَّحْمَٰنُ أَنَسْجُدُ لِمَا تَأْمُرُنَا وَزَادَهُمْ نُفُورًا

Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Sujudlah kamu sekalian kepada yang Maha Penyayang”, mereka menjawab: “Siapakah yang Maha Penyayang itu? Apakah kami akan sujud kepada Tuhan Yang kamu perintahkan kami(bersujud kepada-Nya)?”, dan (perintah sujud itu) menambah mereka jauh (dari iman). (Surah Al Furqon ayat 60)

وهذا من قبيل المكابرة, وفي الحقيقة أنهم يعرفون اسم الرحمن لله تعالى كما قال شاعرهم :

Dan ini adalah sebentuk kesombongan, karena pada hakikatnya mereka mengenal nama Ar Rahman diperuntukkan untuk Allah Ta’ala, sebagaimana disebutkan dalam syair mereka :

تلك الموازين والرحمن أرســــــــــــــــــــلــــــــها # رب البرية بـــــــــين الناس مقيــــــــــــــــاســـــــــــــا

والآياب الدالة على أن الله سبحانه وتعالى له الأسماء الحسنى والصفات العلى, و الكمال المطلق في ذاته و أسماءئه و صفاته وأفعاله كثيرة, فيجب الإيماي بكل ما ورد في كتاب الله تعالى و سنة رسوله صلى الله عليه وسلم من أسماء والصفات و أنه سبحانه موصوف بها حقيقة لا مجازًا على الوجه اللائق به, لا شبيه له في ذلك ولا ند ولا كفؤ ولا يعلم كيفيتها إلا هو لا يشابهه فيها أحد

Dan ada banyak ayat-ayat yang menjadi dalil bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala memiliki Al Asmaaul Husna (Nama-nama yang Baik) dan Shifatul Ula (Shifat yang Tinggi), serta Kesempurnaan Mutlak pada DzatNya, Nama-namanya, Sifat-sifatNya, Perbuatan-perbuatanNya. Maka wajib mengimani seluruh yang disebutkan di Kitabullah Ta’ala dan Sunah RasulNya Shalallahu ‘alahi wa salam terkait Asma wa Shifat, karena Allah Subhanahu disifati denganNya secara haqiqi bukan secara majazi dengan “cara” yang tepat, tidak ada yang menyerupainya pada sifat tersebut, tidak ada tandingan, tidak ada yang setara, dan tidak diketahui kaifiyahnya kecuali oleh Allah Ta’ala. Tidak ada satupun yang serupa denganNya.

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat. (Surah Asy Syuraa ayat 11)

يؤمن بها كما جاءت حقيقة لا مجازًا من غير تحريف ولاتمثيل ولا تعطيل ولا تكييف

Kita beriman dengannya sebagaimana dia disampaikan secara haqiqi bukan majazi, tanpa tahrif (mengubah), tanpa tamtsil (menyerupakannya dengan sesuatu), tanpa ta’thil (mengingkarinya) dan tanpa takyiif (menyebutkan “bagaimananya”)

المفردات :

وجبَ يُوجب ، إيجابًا أَوْجَبَ ( فعل ): اِسْتَلْزَمَ : penting

تَدْبِير ( اسم ): إدَارَة : mengatur

أفعال : perbuatan

اِسْتَلْزَمَ ( فعل ): اِسْتَتْبَعَ : memerlukan – membuat sesuatu yang diperlukan; melibatkan

عَدَم ( اسم ): فِقْدان : ketiadaan

خُلُق ( اسم ): خُلُق : karakter/ciri khas/bawaan

أجْل ( اسم ): سَبَب : sebab

خُصُومَة ( اسم ): عَدَاء : pertentangan

أهْل ( اسم ): أقْرِباء : orang yang akrab dengannya/keluarga/orang yang terkait dengannya

أَذًى ( اسم ): ضَرَر : kesulitan

سِوَى ( اسم ): بِاسْتِثْناء : kecuali / melainkan

قَبِيل ( اسم ): ضامِن : sebagian / sekelompok

بَرِيّة ( اسم ): خَلْق : makhluq / yang diciptakan

مِقْياس ( اسم ): عَدّاد : kuantitas / jumlah

وَرَد في ( فعل ): ذُكِرَ : disebutkan

لائِق ( اسم ): مُنَاسِب : cocok/tepat

شَبِيه ( اسم ): مَثِيل : menyerupai/analogi

نِدّ ( اسم ): خَصْم : opponent/lawan/saingan

كَيْفِيّة ( اسم ): karakter/kondisi/gaya/prosedur/metode

About admin 95 Articles
Reza Ervani - Pengajar Al Quran dan Bahasa Arab - reza@rumahilmu.or.id

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*